Tipe-Tipe Gunung Berapi



        Gunung berapi adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas, seperti batuan dalam wujud cair atau lava, yang terbentuk di atas permukaan Bumi atau di bawah laut

berdasarkan bentuknya, gunung beraoi dapat dikelompokan sebagai berikut :

1. Tipe perisai
        Gunung berapi tipe perisai ataupun gunung berapi tameng merupakan tipe gunung berapi yang mempunyai badan gunung yang luas dengan lereng yang landai serta mempunyai ketinggian puncak yang rendah. Gunung api perisai terbentuk karena magma pijar yang keluar sewaktu erupsi bersifat cair serta bisa dengan segera mengalir serta menyebar di daerah yang luas. Gunung api perisai memiliki sifat erupsi efusif karena letak dapur magmanya dangkal serta tekanan gas. Contoh gunung berapi tipe perisai yakni gunung api di Kepulauan Hawaii, yaitu Mauna Loa, Kilauea, dan Mauna Kea.

2. Tipe kerucut
        Gunung berapi tipe kerucut, juga dikenal sebagai gunung berapi komposit atau startovulkano, adalah gunung berapi yang tinggi dan mengerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik. Mereka memiliki lereng curam di puncak dan landai di kaki karena aliran lava yang mengeras sebelum menyebar jauh. Contoh gunung berapi tipe kerucut termasuk Gunung Merapi dan Gunung Fuji

3. Tipe maar
        Gunung berapi tipe maar adalah jenis gunung yang terbentuk akibat letusan atau erupsi yang eksplosif. Letusan ini umumnya melontarkan material vulkanik, seperti abu dan batuan, yang kemudian jatuh kembali ke permukaan dan membentuk cincin curam yang dalam, yang disebut maar. Cincin ini kemudian dapat terisi air dan membentuk danau. Gunung berapi tipe maar cenderung memiliki bentuk cekungan berbentuk mangkuk dengan lereng curam